SOICHIRO HONDA: Lihat Kegagalan Saya.

February 28, 2007

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan".

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.

Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Soichiro Honda mengatakan,  janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang “Raja”  jalanan.

5 Resep keberhasilan Honda:

  1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
  2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
  3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
  4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
  5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Jadilah boss bagi diri sendiri

September 12, 2006

Merencanakan sendiri target sukses anda, mengarungi alam ide dan perwujudannya. Rasakan, indahnya memperoleh dampak tetes keringat kreativitas Anda bukan atas instruksi siapapun.

Ada seorang yang bekerja bertahun tahun bekerja pada perusahaan penerbangan nasional terbesar, dengan ribuan staf, gaji jutaan, fasilitas lengkap, tiba-tiba saja memutuskan keluar dan berwirausaha. Kata-kata yang pertama diterimanya adalah, "Apakah kamu gila?"…." Kamu mengahancurkan sebuah karir yang menjanjikan"…. dan caci maki lainnya. …

Sejarah memberikan banyak contoh wirausahawan yang menjadi sukses dengan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan akan produk baru. Isaac Merit Singer memproduksi mesih jahit yang cocok untuk bekerja di ruang terbatas, bahkan di kamar sekalipun. Henry ford memakai metode jalur perakitan untuk memproduksi mobil yang bisa di beli orang biasa. George Eastman melihat kebutuhan akan kamera kecil yang bisa di bawa kemana-mana. Ray krock dari Mc Donald melihat potensi usaha waralaba makanan cepat saji.

Dari mana datang gagasan gagasan seperti itu? ada 3 sumber gagasan.

Pertama, pekerjaan Anda. Pekerjaan yang sudah anda kerjakan bisa menjadi sebuah potensi sumber gagasan, Karena disitulah naluri bisnis anda sudah di kembangkan.

Kedua hobi atau minat anda di luar kerjaan.

Ketiga "observasi pejalan Kaki"

 

"Di sarikan dari buku "jangan mau seumur hidup jadi orang gajian.."

Enterpreneur

May 30, 2006

Berbicara tentang enterpreneur ini sangat menarik dan perlu perhatian, knapa karena enterpreneur sebenarnya satu hal yang sudah jadi tulang punggung perekonomian. Apa sih sebenarnya enterpreneur kalau menurut aku yang namanya enterpreneur adalah suatu usaha untuk mencari penghidupan dengan mandiri tak bergantung dengan orang lain dalam artian gak menjadi karyawan pekerja dan menerima upah tapi menghasilkan pengahasilan dengan usaha mandiri, misalkan berdagang membuat usaha agrobisnis, membuka tempat les memberikan privat, mendirikan institusi pendidikan dengan semakin berkembangnya teknologi tentunya akan banyak lagi bidang enterpreneur yang terbuka kalau di bidang komputer misalkan sekarang muncul otusource tentang programing seperti india yang jadi tujuan outsource dunia. Why Outsource from India?

Dan apabila negara kita bisa mengembangkan hal ini akan bisa mengurangi kemiskinan, budaya menjadi pekerja, perokonomian meningkat, kualias hidup meningkat dan banyak hal yang akan menuju ke yang lebih baik. Tapi hal ini tentunya gak semudah apa yang di impikan, perlu banyak mencoba berani dan tentunya support dari berbagai pihak yang berkempentingan. Kalau bahasa pemerintah sih sepertinya di sebut dengan UKM usaha kecil menengah apalah bahasanya tapi yang penting mari kita mulai sejak saat ini juga.

Salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam hal enterpreneur yaitu keberanian, berani ambil resiko, networking atau jejaring, pengetahuan, pengalaman modal, dan berbagai hal. Nah di sini berguna yang namanya ilmu bermain. Berbicara ilmu saya dulu selalu berfikir pengen sekolah setinggi mungkin biar bisa kerja dan mendapatkan uang banyak tapi di hari hari sekarang tetap ingin sekolah setinggi mungkin tapi gak untuk bekerja menjadi pekerja tapi ingin jadi pengusaha atau orang yang bisa menghasilkan uang dengan jerih payah sendiri dan bisa memberikan dan membatu orang lain denga usaha kita sebagai contoh seandainya kita bisa buka usaha berarti kita juga membutuhkan karyawan dan juga membuka lapangan pekerjaan dalam fikiran saya selain dapat keuntungan secara pribadi juga sebagai ladang amal buat prepare akhirat kelak.

So banyak hal yang perlu di coba dan di jajal mulai dari diri sendiri  dan saat ini juga. moga kita kita jadi enterpreneur dan setelah menjadi enterpreneur kita bagikan ilmu kita ke orang lain semoga indonesia jadi negara enterprenur yang penuh kasih sayang dan menjadi negara maju yang bermoral bukan negara maju yang congkak dan sombong. amien